Tuesday, November 16, 2010

Sawah #1

nyanyian alam
Teras sawah kawasan Antosari, Tabanan, Bali

Monday, November 15, 2010

Wantilan

Interior - Wantilan
Arsitektur untuk komunitas adat warga Bali

Balinese Pavilion

Interior - SPA Garden Pavilion, Bali Hyatt, Sanur

Legong Lasem



Tari Legong Lasem
"dia...yang dihormati"

Yatra naryastumpujyante,
Ramante tatra dewatah,
Yatraitastu na pujyante,
Sarwastalah kriyah (MDS, III, 56)

Dimana perempuan dihormati,
disanalah para dewa merasa senang,
tetapi dimana mereka tidak dihormati,
tiada upacara suci yang akan berpahala

Sunday, November 14, 2010

Legong Lasem




Legong Lasem:
Tabuh pembuka berirama lembut tiba2 menghentak enerjik mengantar seorang penari wanita yang dengan lincah menggoyang jemari kedua tagan lurus di depan wajahnya. Condong, penari itu, lalu bergerak lincah mengikuti irama gamelan, memamerkan berbagai ’olah gerak’ yang tidak mudah ditarikan. Tak lama kemudian dua penari wanita lainnya memasuki arena dengan gerakan lebih lembut, keduanya melakukan gerakan2 identik.
Dalam satu putaran dialog gerak, Condong menyerahkan kipas kepada kedua penari lalu mundur ke belakang arena. Lakon pun dimulai mengisahkan dialog gerak ’rayuan’ Prabu Lasem kepada Rangkesari yang berakhir dengan penolakan. Penari Condong lalu memasuki arena menggantikan Rangkesari dengan bertingkah burung garuda. Bergerak lincah, mengepakkan sayap, garuda ’bertempur’ melawan prabu Lasem.
Tanpa ’ending’ yang jelas, kedua penari mundur dari arena seolah menyerahkan akhir ceritera kepada penonton....
Legong....adalah sebuah pesona tari Bali.

Tari Gambuh #1





Gambuh....
Tari Gambuh, diyakini sebagai 'sesepuh' tari Bali. Pakem Tari Gambuh diduga mengalir ke drama tari Arja lalu bermuara di berbagai garapan tari lainnya. Sejak jaman kerajaan dulu, bersumber dari Gambuh, telah dikemas berbagai tari mulai dari keperluan ritual sebagai 'wewali' hingga kemasan 'balih-balihan' yang bersifat hiburan....
Olah gerak, karawitan dan vokal dalam pakem Gambuh memang terasa lengkap. Tidak heran bila kini hanya sedikit sekeha yang mampu mempertahankan keberadaan tari Gambuh seperti misalnya Gambuh Batuan (Gianyar) dan Gambuh Pedungan (Denpasar).
Dari sisi visual, setidaknya di kamera saya, konfigurasi 'agem' dan gending Gambuh (penari dan penabuh) adalah foto2 yang amat menarik....membuat mata saya seolah tak berkedip....

Info

Kunjungi blog saya yang lain:
Pura Agung Besakih